merry-go-round


For me, clothes are kind of character; i dont follow fashion or understand trends

      Meryl Streep

(Source: miristreep)



i love this poet so much :’)

thedailydoodles:

“Goodnight, Son”

O’ father o’ father, I love my dog so
I’d be ever so sad, if she were to go :’-/

Hush my sweet boy, it pains me to see you cry!
I just want you to know, your dog will certainly die.

But please do not worry! Because there is more
Me and your mother shall die, just as ours did before.
Your sister’s tender hearts will clog up and burst,
(Although, statistically, you’ll likely die first).

Our whole family will be gone, and not remembered at all
And the sun will explode into a gigantic fireball.
As the sun dies, it’ll become a deadly blackhole
Where no light can escape it, and neither can your soul.
The earth will be sucked in, life as we know it will end
It’s the one certainty of existence of which you can depend.

So you have no reason to worry! We’re all born to be dead
Just close those tired eyes, and rest your weary head.

Goodnight, son.

Posted 3/29/2012


Film Indonesia Kini :D

Beberapa waktu belakangan ini, saya sedang rajin-rajinnya mengikuti film-film Indonesia yang beredar di bioskop. Bukan yang unsur horor-komedi-semiporno tentunya :p.

Film Indonesia pertama yang saya tonton di tahun 2012 adalah Dilema. Dilema dibintangi oleh banyak aktris dan aktor Indonesia, seperti Wulan Guritno, Pevita Pearce, Reza Rahadian, Ario Bayu dan masih banyak lainnya. Dilema adalah film omnibus tetapi ceritanya saling berhubungan satu sama lain. Tetapi bagi saya penonton yang awam ini, dilema tidak menceritakan dengan mulus inti cerita dari 5 film pendek yang (katanya) saling berhubungan ini. Setelah keluar bioskop pun saya masih berfikir, jadi apakah sebenarnya ini cerita dari film ini? :p

http://www.youtube.com/watch?v=qNCCFB8WrIA

Hi5teria adalah film kedua yang saya tonton. film ini juga merupakan omnibus dari beberapa sutradara berbakat Indonesia. Ada 5 cerita juga dari film ini. Masing-masing berjudul: Pasar Setan, Wayang Koelit, Kotak Musik, Palasik, Loket.

Yang paling saya sukai dari kelima film pendek ini adalah Wayang Koelit, karena berhasil membuat saya bergidik, entah karena background musik yang dipakai, atau karena suasana film itu, atau karena saat itu saya menonton dibioskop sendirian? :D

http://www.youtube.com/watch?v=A8gv0RDb_N0

The Raid, adalah film Indonesia ketiga yang saya tonton di tahun 2012 ini. Tidak ada kata lain selain keren dan bangga setelah menonton film ini. Kelemahan dari cerita tidak terlalu kentara karena ditutupi seni beladiri yang indah dan poweful dari para cast film ini. Dan tentunya membuat saya jd hardcore fans-nya Joe Taslim. :D

http://www.youtube.com/watch?v=uWlmhMSnVdM

Sanubari Jakarta adalah film Indonesia selanjutnya yang saya tonton di bioskop. Film ini juga kumpulan dari 10 film pendek atau omnibus. Film ini bertemakan LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender). Sungguh setelah menonton film ini saya memiliki penilaian lain terhadap kaum-kaum yang disebutkan tersebut. Yang sebelumnya saya selalu memandang sebelah mata pada mereka, tak jarang mengolok-olok. Yah walaupun sampai sekarang masih suka menjadikan kaum tersebut sebagai bahan candaan saya (jujur :D). Di Film ini saya paling suka cerita yang berjudul Menunggu Warna, tentang kisah dua anak manusia berjenis kelamin laki-laki yang saling menyayangi. Menunggu warna adalah film pendek hitam putih dan tak berdialog.

http://www.youtube.com/watch?v=pHCwSilvDNA

Modus Anomali adalah film besutan Joko Anwar. Film ini genrenya apa ya? Mungkin Psikologi Thriller, film ini memandu kita untuk berfikir dan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi aktor yang memainkannya. Saat nonton film ini, saya telat datang ke bioskop 30 menit (dipelototin @kikifitria dan @oho_nk nih :p) tapi jalan ceritanya masih dapat diikuti. Aktor dan Aktris yang bermain di film ini menggunakan bahasa Inggris, setting cerita tak diketahui mereka warga negara Indonesia atau bukan. Cerita ini cukup memancing adrenalin saya karena adegan-adegan slasher gore yang tak sedikit. Memuaskan! (psycho mode: on) hahahaha

http://www.youtube.com/watch?v=GvrRwqEv2sI

Film Indonesia terakhir yang saya saksikan (sampai saat ini) adalah Lovely Man. Awalnya saya tertarik nonton Lovely Man karena aktor utamanya adalah idola saya, Donny Damara. Selain itu film ini meraih penghargaan best actor untuk Asian Film Festival. Donny Damara ngalahin Andy Lau, WOW!

Dan gak salah, film ini memang bagus. Akting Donny sebagai waria pol banget. Film ini cukup mengaduk emosi saya sih, bertanya-tanya kenapa seorang bapak harus beralih menjadi waria dan meninggalkan anak istrinya. Tak bisakah ia tak egois dengan menutupi disorientasi seksualnya untuk keluarganya? Akting Raihanuun juga bagus. Pokoknya film ini sangat layak tonton. Dan hidup om Donny Damara!! :* :*

http://www.youtube.com/watch?v=9xT1HtxPNwE

Sekian dulu, pengamatan sotoy saya. Majulah perfilman Indonesia! :D


Perjalanan Yang Tertunda Itu Sudah Tuntas

Setelah 1 tahun 3 bulan berlalu, akhirnya saya memberanikan diri untuk berangkat trip bersama teman-teman ke Sawarna (sebelumnya dapat dibaca disini : http://adindaanas.tumblr.com/post/1209274111/our-disaster-adventure ). Kami naik bus jam 9 malam lebih sedikit. Tumben nggak ngaret, mungkin ada keajaiban dunia yang menimpa mas Dwie, dan tumben juga selama perjalanan baik berangkat maupun pulang kami gak disiksa dengan lagu-lagu alay andalan mas dwie. hahahahahahaha.

Tiba di Sawarna pukul 05:00 pagi, kami shalat subuh, istirahat, bersih-bersih, minum teh hangat dan ngemil sedikit. Kemudian berangkat treking menuju pantai Tanjung Layar. Trekingnya sambil hujan-hujanan pula! Seru! kapan lagi hujan-hujanan dengan hati senang? kalo di jakarta sih ga mungkin, yang ada takut ketiban pohon tumbang.

(di homestay, perkenalan dengan teman baru)

Pantai Tanjung Layar ini memiliki batu-batu/ tebing karang yang cukup besarrrrr, tajammmm dan serammmm (maklum, masih trauma). Saya sih gak berani dekat-dekat, rasanya masih terbayang-bayang peristiwa yang lalu. Tapi kalo sudah mulai foto-foto hajar ajalah, masa mau berdiri diujung sana mengkeret kayak tikus? hehehe.

(pantai tanjung layar)

Masih di pantai tanjung layar, kita sarapan di saung di tepian pantai. Lauknya memang cuma Nasi goreng (tapi kalo saya liat itu nasi dikecapin :p), tempe dan telur balado serta sambal. Tapi rasanya enak sekali, mungkin karena pemandangan didepan kami dan karena makan bersama teman-teman gila nan absurd, hahaha

Setelah dari sana, kami kembali ke homestay sebentar, kemudian berangkat menuju Goa Lalay. Treking menuju goa lalay cukup seru dan menyejukkan mata, karena melewati sawah yang sedang hijau-hijaunya, tanah yang berlumpur dan hujan yang lumayan deras. Itu semua pastinya bukan masalah bagi kami, yang penting bisa have fun :D. Goa Lalay adalah goa yang cukup sulit dilewati karena berlumpur dan bersungai. Koleksi stalaktit dan stalagmitnya pun cukup indah, walaupun tak selengkap goa Buniayu dan rutenya pendek.

Tujuan berikutnya adalah pantai Ciantir. Horeeee! Pantai lagi! karena pantai Tanjung layar adalah spot untuk foto dan kurang nyaman untuk main-main air (banyak karang tajam), maka kami ke pantai Ciantir untuk memenuhi hasrat guling-gulingan dipasir :p

Pantainya indaaaaahhh, pasirnya putih. tak ada karang dan ombaknya besar. Manusia-manusia air pun mulai lupa daratan, semua langsung lari ke arah laut, lempar-lemparan pasir, kejar-kejaran, meloncati tiap ombak datang. Kalo main sama orang-orang itu emang berasa jadi anak kecil lagi, menyenangkan!

Waktu sudah menunjukkan pukul 14:00, kami harus kembali ke homestay dan bersiap ke Jakarta. Di homestay sudah menanti Nasi+ayamgoreng+tahu+sayursop yang siap dilahap bulat-bulat, hahahaha. Setelah mandi dan packing kamipun menaiki bus dan kembali ke Jakarta.

Tapi ada sesuatu yang menghambat perjalanan pulang kami. Jalanan tidak bisa dilewati karena longsor. Kami harus menunggu beberapa saat. Setelah longsoran disingkirkan oleh buldozer, bis kami bisa lewat, tetapi bis agak mengebut ditakutkan bukit masih longsor. kan gak lucu kalo kami ketiban sesuatu, nauzubilaaahhhh (T_T)

(berjalan dijalur longsor)

(untung ada buldozer penyelamat)

Pukul 01:30 kami sampai di Jakarta, yah lagi-lagi harus berpamitan dengan teman-teman. Next trip kita jalan sama-sama lagi ya. Dan lagi-lagi, ini adalah petualangan yang tidak akan terlupakan :)

 note: mbak fara darling, mas aryo, mas dido, ibnu dan mas weko yang baik, aku pinjam foto kalian :D


Hidup Mahasiswa!: Kalender Akademik 2012

fuckyeahmahasiswa:

Minggu, 1 Jan 2012 : Tahun Baru
Senin, 23 Jan 2012 : Imlek
Sabtu, 4 Feb 2012 : Maulud Nabi
Jumat, 23 Maret 2012 : Nyepi
Jumat, 6 April 2012 : Jumat Agung
Minggu, 6 Mei 2012 : Waisak
Kamis, 17 Mei 2012 : Kenaikan Isa
Sabtu, 16 Juni 2012 : Isra Miraj
Jumat, 17 Agustus 2012 : Merdeka
Minggu…

mari rencanakan perjalanan absurd lagi :))

Via Hidup Mahasiswa!

To me, the sea is like a person—- like a child that I’ve known a long time. It sounds crazy, I know, but when I swim to the sea, I talk to it. I never felt alone, when I’m out there…

– Gertrude Ederle
Just enjoy the upside down of life :)

Just enjoy the upside down of life :)


We are focusing on the small details and hiding the misery in the world. Look at the smoker and we miss global warming, war and the crap we eat—not the bad guys but smoking. I smoke and they talk about cancer, I eat and they talk about cholesterol, I make love it’s AIDS. Before AIDS, cholesterol and cancer, there’s the pleasure of making love, eat and smoking. I have to die someday, so if the thing that gave me pleasure all of my life kills me instead of me going under the truck, that’s fine. Besides, why should I live so that when I die I give fresh meat to the worms? I hope that I am rotted and they don’t want to eat me. F@#k the worms.

– Marjane Satrapi

Sasha — Owner Of My Heart

If you look straight in my eyes
You will know I’m not pretending
I don’t hide there’s no disguise
Why you doubt me?
That’s a strange things
I’ve been true right from the start
You’re the owner of my heart

I can’t standby watching you walk away
Knowing you still belong with me
Close by my side
You think I don’t care
But forever, I swear
My love has grown stronger
And that I can’t hide
I’ve been true right from the start
You’re the owner of my heart

:)


The harder you fall, the higher you bounce

– Horton, Doug

I JUST CAN SAY : W.O.W!!!!!!!

fuckyeahprettyplaces:

Pulpit Rock, Norway.


Papandayan Yang Mempesona

Hip hip hura! (bukan acara musik sctv yang dilengkapi goyang kucek jemurnya) tapi ini adalah ekspresi kegirangan saya karena akhirnya hari yang saya tunggu-tunggu datang juga. Hari itu, tanggal 10 Juni 2011 saya akan pergi memulai petualangan baru lagi. Dimulai dengan Packing Panic, saya selalu sengaja packing barang-barang yang saya butuhkan selama perjalanan secara dadakan, biar terasa sensasi terburu-burunya (gak lupa terimakasih buat Primas yang minjemin saya sleeping bag-nya) hahahaha.

Jam menunjukkan pukul 20:00, saya menaiki angkot dari komplek kemudian nyambung busway untuk mencapai Plasa Semanggi. Sesampainya disana, sudah ada Mas Aryo, Linda dan Emmy, seorang teman baru. Tak lama kemudian satu persatu anggota rombongan datang. Sempat dikerjain Mas Dwi karena ternyata bus belum standby di plasa semanggi, kamipun berjalan ke halte depan Crown Plaza. Musibah pasti buat para pekerja kantoran yang sedang menunggu bus, di halte kami mulai #NgakakGakManner dan berasa halte milik sendiri. Akhirnya bus pun datang. Dimulai dengan cici yang kayak cacing kepanasan liat cowo-cowo berkulit kinclong beransel besar yang serombongan bus dengan kami. Fuhh cowo-cowo putih, untung kalian ga trekking bareng sama kita disana, kalo nggak kalian bakal jadi mangsa si cici, hahahahahahahahaa.

Perjalanan dengan bus dimulai. Bunga, Arif, Mas Wisnu, Cici dengan pulesnya tertidur, ga peduli sama penderitaan mas Aryo yang mati gaya gara2 kursinya yang super ga pewe, dari mulai gaya tidur tanpa nyender, sampe gaya tidur mirip udang. Gara-gara Pak Sopir yang ngantuk pun, lebih dari separuh malam saya terjaga senewen meperhatikan bus yang jalannya kanan-kiri-kanan-kiri gak stabil. Horror! tapi itu serunya!

Pagi hari yang ditunggu pun tiba, bus parkir di pelataran kaki gunung Papandayan. Setelah sedikit mengisi perut dengan indomie dan teh manis hangat, sekitar pukul 8:00 pagi kamipun memulai pendakian.

Kurang lebih pukul 11:00 siang, kamipun sampai di spot untul berkemah, yaitu Pondok Selada. Karena tenda belum sampai diatas, kamipun tidur2an diatas matras, sambil cemal-cemil dan ngobrol, mengakrabkan diri dengan teman baru. Oya, ada yang baru dari perjalanan kali ini. Ada sepasang ayah dan ibu yang ikut trip beserta dua anak mereka, yang satu baru naik kelas 1 sma dan sang adik baru naik kelas 1 smp. Menginspirasi sekali, nanti ketika saya sudah punya anak, juga ingin mengajak anakku untuk mengenal alam, bukan hanya mall-mall yang ada dikota dan pusat hiburan lainnya :)

Setelah mengisi perut kami pun berjalan-jalan ke wilayah yang ditumbuhi bunga Edelweiss, ilalang hijau yang memanjakan mata

Malam di Papandayan sangat dingin, apalagi api unggun kami tidak mau menyala lama, kata Om Arifin, suhu mencapai 7 derajat. Terbayang kan kayak apa? kayak dikulkas. Sampai-sampai dinding tenda saya, cici dan bunga pun berembun. Brrr, kami bertiga tidur tumpuk-tumpukan, pakai celana dan baju berlapis-lapis. Telapak kaki yang diolesi minyak kayu putih lalu dibungkus dengan kaos kaki tebal pun nggak ngaruh. Cuma berharap pagi segera datang.

Paginya, kami menjelajahi Hutan Mati. Hutan mati berjarak beberapa ratus meter diatas tenda kami. Disebut hutan mati karena pepohonan yang ada di area tersebut semuanya sudah mati, meranggas. Bahkan batang pohon yang kami injak atau pegang sangat rapuh. Makanya sangat berhati-hati ketika menanjak dan menjadikan pohon-pohon itu pegangan. Setelah capai-capai dengan perut yang belum terisi makanan, akhirnya sampai di Hutan Mati. Sungguh pemandangan yang saya hanya bisa berucap Subhanallah dalam hati ketika melihatnya :)

Turun dari hutan mati, kami kembali ke kemah, beberes dan makan pagi dilanjut mandi, makan siang lalu bersiap menuruni gunung Papandayan. Ingin rasanya nginap lagi, tapi gak sanggup kalau sedingin itu, hahahaha.

Terimakasih teman-teman (Mas Dwi, Mas Aryo, Mas Wisnu, Ariev, Tante Fara dan Om, Bunga, Cici, Linda, Emmy, Hanako, Arman, Latif, Uni Dian, Mbak Indri, De Kemal, De Fauzi) atas perjalanan kali ini. Sungguh senang rasanya dan pasti bakal jadi pengalaman tak terlupakan. Semoga kita bisa sering pergi sama-sama. Dan kalau ada salah bercanda ataupun salah ngomong yang saya sengaja maupun tidak selama kita bersama-sama, mohon dimaafkan ya :). Yuk kita jalan-jalan lagi :D

Sampai jumpa Papandayan, terimakasih untuk keramahan dan keindahanmu :)


Source Code

  • Colter Stevens: What would you do if you knew you only had one minute to live?
  • Christina Warren: I'd make those seconds count.
  • Colter Stevens: I'd kiss you again.
  • Christina Warren: Again?
  • (he kisses her)


(Source: icanread)


Krakatoa Journey

Pada tanggal 6,7 dan 8 Mei 2011, saya mempunyai kesempatan ikut trip menuju Krakatau. Wah, excited sekali rasanya. Bagaikan anak kecil yang dijanjikan pergi ke taman bermain, saya selalu mempunyai perasaan gelisah, senang, penasaran dan berdebar setiap akan mengikuti kegiatan bertualang.

Kami berkumpul di meeting point Plaza Semanggi tanggal 6 malam, berkenalan lagi dengan teman-teman baru, berusaha menghafal muka dan nama kembali. Memang, sungguh susah untuk menghafalkan nama dan muka teman2 yang ikut dalam perjalanan ini, karena tidak seperti biasanya, kali ini jumlah rombongan lebih banyak, yaitu 27 orang.

Menjelang pukul 22.00 kamipun memulai perjalanan menuju Pelabuhan Merak, dengan minibus carteran mas Ardy dan mas Dwi biasanya :p. Perjalanan ke merak dihabiskan dengan bercerita dengan teman-teman, berusaha mengenal satu sama lain. Seingat saya, saya tidak jatuh terlelap selama perjalanan ke merak *tumben, hahahaha*.

Wah ternyata fery yang kami naiki cukup ramai. Saya jadi teringat perjalanan ke Lampung dengan fery ketika masih sd, sudah cukup lama ternyata tidak menaiki moda transportasi ini. Kami mencari-cari tempat duduk, tidur sambil duduk di fery yang yang udaranya didominasi campuran aroma tubuh para penumpang. hehehehe :p

Hore, waktu yang kami tunggu-tunggu datang juga. Kapal merapat di Pelabuhan Bakauheni, rasanya saya tidak sabar ingin segera memulai petualangan ini. Kamipun memulai perjalanan lagi dengan minibus ke Dermaga Canti, sarapan pagi disana, ngeteh sejenak, lalu berlayar dengan kapal nelayan “Timbul Cahaya” ke Pulau Sebesi.

Sebelum ke pulau sebesi, kami mampir dulu ke pulau Umang-Umang, teman-teman merasakan rindu yang dalam kepada air laut langsung nyebur bersnorkling ria dan menikmati keindahan dalam laut, sedangkan saya belum ikutan turun ke air, karena lupa ganti baju renang saat didermaga canti tadi. Ah, bodohnya. Untungnya setelah itu kami pun ke pulau Sebesi menaruh barang-barang bawaan dan bersiap-siap menuju Gunung krakatau. Kata mas Dwi, setelah dari krakatau kita main-main air lagi, snorkling lagi. Asik! saya tak akan lupa untuk memakai baju renang di balik kaos dan celana, woohoo!

Sesampainya di Krakatau, kami berfoto-foto sejenak, biasalah, rombongan narsis :p. Lalu mulai mendaki ke atas, ya ampun ternyata capek juga naik gunung, Ini saya melakukan untuk yang pertamakalinya loh. Capek tapi sangat menyenangkan! ketika sampai diatas, rasanya pengen teriak “Aaaaahhh!!!” tapi malu ah, soalnya beberapa teman, sudah sering naik gunung, wuahahahahaha. Puas berfoto2 kami turun dari Gunung, untuk turun sama sekali tak terasa capek *yaiyalah din!*, langsung menuju ke bibir pantai dan menikmati makan siang bersama. Aaaaahhh sumpah saya senaaaang!

Kelar makan siang, kamipun melanjutkan perjalanan kepulau-pulau sekitar Krakatau, bodohnya saya lupa apa saja nama pulau-pulau itu. Kami bersnorkling, berenang-renang, tertawa-tawa, menggila! Karena matahari mulai tenggelam, kamipun memutuskan kembali ke pulau sebesi, untuk membersihkan badan, dan makan malam bersama.

Di pulau sebesi, dengan keterbatasan kamar mandi yang ada, beberapa dari kami mandi bersama2. Agak lucu! Udah gede kok mandi barengan. Kami mandi sambil saling membelakangi badan. Mana dikamar mandi banyak lebahnya. hahahaha. Lalu kamipun melanjutkan dengan kegiatan makan malam, dan ngobrol-ngobrol.

Dari acara ngobrol-ngobrol sampai tengah malam ini, terciptalah tagline-tagline petualangan kami: fanta merah pake es, ngok! (yang sudah sering mjd bahan joke saya bersama teman-teman plurk), lo-gw-end!, prepet-prepet (bunyi kentut si Bunga yang ngakak dan tak dapat menahan kentutnya keluar), dan wine manis anget (terinspirasi dari bergelas-gelas teh manis anget yang kami minum selama ngobrol). Wuahahahahaha sungguh saya ngakak dan rindu kalo ingat semua ini.

Kessokannya yaitu tanggal 8 mei, adalah hari terakhir kami bersama-sama. Kami mengisinya dengan hopping Island, bersnorkling sepuas-puasnya, makan di Pulau Sebuku kecil yang indah. Sungguh Indonesia ini indah, dan saya bertekad akan mengelilingi-nya, semoga selalu ada rezeki :p. Setelah itu kamipun kembali ke Dermaga Canti, mandi dan bersih-bersih disana. Dan menuju ke Pelabuhan Bakauheni untuk pulang ke Jakarta

Selama di fery dalam perjalanan pulang, kami bercanda, tertawa, mengobrol, bercerita lucu dan menatap bintang sekaligus bulan bersama di deck Fery paling atas. Begitu berisiknya kami, sampai-sampai ditegur oleh ABK, disuruh turun, katanya Kapten marah. Hahahahaha, dasar orang-orang rusuh.

Fery pun merapat di pelabuhan merak, kami menuju ke meeting point pertama di Plaza Semanggi dan mengucap salam perpisahan untuk bertemu lagi.

Semoga kita bisa jalan-jalan bersama lagi kawan, sampai hari ini pun, saya merindukan Krakatau, Pulau Sebesi, Fery yang bau asin, dan Kalian Semua (hugs)

Photos by: Kebanyakan dr kak Detania Sukarja (kak, pinjem fotonya :p)


16
To Tumblr, Love PixelUnion

We're updating Fluid!

Soon, we'll be updating the look and feel of this theme. Read about the changes here. You can easily turn off this notification in the theme customization panel.

Close